Minggu, 17 Januari 2016

RUMAH


Untuk Suamiku;

Aku adalah rumah yang nyaman
Saat dunia tak lagi ramah;
Saat mereka hanya menertawakan;
Saat kakimu letih melangkah

Sebab aku hanyalah rumah
Dengan pintu; saksi kakimu datang dan pergi
Dengan jendela; mata dunia kala kau ingin bersembunyi
Dengan beranda; tempat malam menanti pagi

Sebab aku hanyalah rumah
Yang kerap terlupa saat kau tertawa dengan dunia;
Yang kerap menua dimakan usia;
Yang kerap ada meski kau melupa mengapa aku seharusnya ada

Sebab aku hanyalah rumah
Segala pulang yang tak pernah kau percayai ada.



Tertanda,
Istrimu yang sering membuatmu kesal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar