aku terdiam dalam kata
saksikan hidup terus
berjalan
ketika mereka bicarakan
tentang keegoisan
ada hati yang terluka
egoku menggeliat, emosiku
mencuat
inginnya ku tutup saja
telingaku
bungkam rasa sakit hati pada sudut
bibirku
rentangkan hati, agar ku
merasa kuat
bibirku tak mungkin banyak
bersuara
ketika nalarku bertengkar hebat dengan naluriku
biarkan kebenaran yang kan berbicara
mencari arahnya sendiri dalam menemukan waktu
ketika nalarku bertengkar hebat dengan naluriku
biarkan kebenaran yang kan berbicara
mencari arahnya sendiri dalam menemukan waktu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar