Untuk; Ayah
selasar hati rebahkan diri
mencari arti keberadaan mati suri
detak mencari, menari dan berlari
satu pati di suatu hari
aku hadir meski semua telah berakhir
bersamaan doa yang terlampi, hati tak memungkiri rasa terukir
air mata tak ayal aliran rindu mengalir
berhulu lahir, bermuara takdir
lantunan doa, selimuti sore di pemakaman
peluh rindu kembali ke pangkuan, dalam pelukan
taburan puisi di atas batu nisan, terlafalkan
sesak sendu memorak-porandakan ingatan dalam kenangan
berbahagialah Ayah,
kematian bukan suatu akhiran melainkan suatu awalan
yang menuntun ruhmu menuju nyatanya keabadian
jika merindu, temui aku di persimpangan angan
doa kan terucap tuk usir kesepian
selamat jalan, Ayah...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar